Sunday, February 14, 2010

Wanita-wanita cantik

Dengan masih berlatar belakang restorant yg aku datangi bersama temenku, seperti di postingan sebelumnya..
Yah seperti biasa, walaupun tampaknya kita asik ngobrol, tapi part of me seperti memiliki kehidupannya sendiri...
Asik mengamati tingkah2 orang disekitarku, dan kemudian asik bermain2 dengan pikiranku sendiri.

Yah..tidak beberapa lama setelah kita duduk dan memesan makanana, mulai banyak pengunjung2 lain berdatangan.Hampir sebagian besar mereka berpsangan, mungkin merayakan hari valentine pikirku.
Dandanan cewek2nya totally perfect abis, dari ujung rambut sampai ujung kaki...
Yah kalo dilihat sekilas pasti mereka adalah golongan orang2 kaya yg ada di Jakarta ini, yang rajin melakukan perawatan, keluar masuk salon.
Jadi bisa langsung disimpulkan kan, aku udah salah masuk tempat makan...

Ada tiga cewek yg memesan meja ga jauh dari meja kita...
Weeeewww....so perfect...
Badan mereka yang tinggi langsing, dengan gaun2 malam yg memperlihatkan kulit mereka yg putih licin...aku pikir lalat juga bakal kepleset kalo mendarat disitu.
Wangi parfum mereka yg mungkin bisa dicium dari radius 1 km...wangi bangeeettt....
Belum lagi tentengan tas mereka yg merupakan merk2 terkenal Louis Vitton, Gucci, dan Channel...hihihi masuk tokonya aja ga berani aku, karena sudah pasti ga bakal diladeni ama mbaknya..
Melirik kebawah..hmmm..sepatu2 mereka yang aku pikir cuma diinjak kan, tapi juga merupakan merk2 yg namanya aja aku susah nyebutinnya.

Entah kenapa aku asik memperhatikan gerak gerik mereka, cara mereka makan...hmmm so behave...langsung kelihatan lah dari kelas apa mereka.
Cara mereka ngobrol, ketawa ketiwi...cara mereka memegang gelas...
Dulu sih aku pernah diajarin tata cara makan behave ama kelasnya Duta Bangsa punya Mien Uno...persis banget seperti yg mereka lakukan. Sempurna lah kalo ada ujian buat mereka tentang tata cara makan...
Tapi karena rasa bukan aku banget yah ga pernah dilakuin ajaran si ibu Mien Uno itu, apalagi juga jarang bgt makan di tempat2 mahal juga dan kalopun makan dengan orang penting ga segitunya banget, malah suasana dibuat sesantai mungkin jadi ga perlu inget2 aturan2 pegang gelas dan sendok...
Ga mungkin kan aku ke warteg dengan gaya makan kaya gtu...bisa dikirim ke rumah sakit grogol aku...

Mereka tampak bahagia dengan hidup mereka, materi seolah2 bukan menjadi masalah buat mereka, padahal di kolong jembatan masih banyak yg susah makan...
Uang seolah bukan hal yg susah untuk didapatkan...
Tapi bahagiakah mereka dengan hidupnya?
Tercukupi sudahkah semua dengan kelimpahan materi yg mereka miliki?
Apakah hidup mereka benar2 tanpa masalah?

Ahh...banyak2 pertanyan2 ga penting melintas di kepalaku...
Hidup mereka memang tampak bahagia, tapi who knows?
Hidup mereka yg dikolong jembatan tampak tidak bahagia, tapi who knows?
Bahagia memang relatif...dan yg pasti ga selamanya akan diukur dengan materi..

Hidup cuma sekali temans, temukan caramu sendiri untuk membuat hidupmu bahagia...
Karena bahagianya kamu, kamu sendiri yg menentukan...
walaupun jatuh bangun, masalah ga berhenti2 tapi bahagia akan selalu ada...
Find ur own happiness...

No comments:

Post a Comment